Prinsip kerja esc

Diposting oleh Fengyukun pada

Pengatur elektronik adalah perangkat elektronik yang digunakan untuk mengontrol kecepatan dan torsi motor tanpa sikat. Prinsip utamanya didasarkan pada teknologi PWM (Pulse Wide Modulation) dan algoritma kontrol loop tertutup.

Pada gubernur elektronik, teknologi PWM digunakan untuk mengontrol arus dan kecepatan motor. Ia mengontrol catu daya DC bernilai konstan melalui tabung switching (biasanya MOSFET) untuk menghasilkan gelombang persegi dengan frekuensi tertentu, dan mengontrol arus dan kecepatan motor dengan menyesuaikan siklus kerja gelombang persegi. Rangkaian jembatan penuh tiga fase biasanya digunakan dalam pengontrol kecepatan elektronik untuk menggerakkan motor tanpa sikat, di mana setiap lengan jembatan terdiri dari beberapa MOSFET, dan melalui kombinasi peralihan MOSFET yang berbeda, motor dapat maju, mundur, dan mengontrol kecepatan.

Selain itu, untuk mencapai pengendalian yang presisi, pengatur elektronik menggunakan algoritma kontrol loop tertutup, biasanya menggunakan algoritma kontrol PID (proporsional, integral, diferensial). Algoritme ini mencapai kontrol kecepatan motor yang tepat dengan membandingkan kecepatan motor sebenarnya dengan kecepatan yang diinginkan dan membuat penyesuaian yang sesuai.

Pada pengatur elektronik, deteksi posisi motor dan identifikasi parameter motor juga diperlukan untuk mencapai fungsi kontrol dan perlindungan loop tertutup yang akurat. Pada saat yang sama, pengatur elektronik juga perlu melakukan perlindungan kesalahan seperti arus berlebih, tegangan berlebih, dan suhu berlebih untuk memastikan pengoperasian motor yang aman.

Selain teknologi PWM dan algoritma kontrol loop tertutup, pengatur elektronik juga melibatkan aspek pengoperasian berikut:

Deteksi posisi motor: Pengatur elektronik perlu mendeteksi posisi rotor motor untuk kontrol loop tertutup. Deteksi posisi biasanya dilakukan dengan menggunakan sensor seperti elemen Hall atau encoder, atau teknologi perubahan fase elektronik digunakan untuk mencapai deteksi posisi.

Identifikasi parameter motor: Untuk mencapai kontrol yang akurat, pengatur elektronik perlu mengidentifikasi parameter motor, seperti resistansi, induktansi, potensial listrik, dan parameter lainnya. Biasanya menggunakan kuadrat terkecil dan algoritma lain untuk identifikasi parameter.

Perlindungan kesalahan: Selama pengoperasian motor, kondisi kesalahan seperti arus lebih, tegangan lebih dan suhu berlebih dapat terjadi, dan tindakan perlindungan yang sesuai perlu diambil, seperti perlindungan arus lebih, perlindungan tegangan lebih, perlindungan suhu berlebih, dll.

Perubahan fasa elektronik: Pengatur elektronik menggunakan motor tanpa sikat untuk kontrol, yang memerlukan teknologi perubahan fasa elektronik untuk mewujudkan pergantian motor. Perubahan fasa elektronik mengontrol hidup dan matinya MOSFET yang berbeda dengan mendeteksi posisi rotor motor, sehingga mewujudkan putaran maju dan mundur serta pengaturan kecepatan motor.

Selain itu, gubernur elektronik memerlukan perhatian pada hal-hal berikut:

Frekuensi PWM: Pemilihan frekuensi PWM pada pengatur elektronik perlu disesuaikan dengan parameter motor brushless tertentu, umumnya antara 1kHz dan 20kHz, untuk memastikan pengoperasian motor yang stabil.

Algoritma kontrol: Algoritme kontrol PID pada pengatur elektronik perlu disesuaikan dan dioptimalkan sesuai dengan karakteristik motor untuk mencapai efek kontrol yang lebih akurat.

Perlindungan motor: Untuk melindungi pengoperasian motor yang aman, pengatur elektronik memerlukan perlindungan arus berlebih, tegangan berlebih, suhu berlebih, dan kesalahan lainnya, sedangkan kebutuhan untuk memperhatikan beban motor dan lingkungan pengoperasian.

Pemilihan catu daya: pengatur elektronik memerlukan catu daya yang stabil dan andal, umumnya menggunakan catu daya DC, pilihan tegangan dan arus perlu disesuaikan sesuai dengan parameter pengenal motor.

Pemrosesan sinyal: Pemrosesan sinyal dalam pengatur elektronik memerlukan penyaringan dan amplifikasi serta operasi lain untuk memastikan keakuratan dan stabilitas sinyal.


Bagikan posting ini



← Posting Lama Posting Baru →


0 komentar

Tulis komentar